Sudah Pernah Ke Karst Terbesar Indonesia?

Mungkin traveler sudah dengar perihal Rammang-rammang. Tidak cuman miliki goa berlian, tempat ini berubah menjadi karst paling besar Indonesia lho!

Perjalanan ke Rammang-rammang saya kerjakan lantaran punyai waktu beberapa saat transit di Makassar. Saya serta 3 kawan baru yg saya jumpai di Makassar putuskan untuk rental mobil serta pergi ke Rammang-rammang.

Rammang-rammang dalam bahasa Makassar punyai makna sekelompok awan atau kabut. Dinamakan demikian lantaran biasanya tempat itu tertutupi kabut atau awan. Dimana beberapa tempat tertutup oleh awan atau kabut.

Tempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari Lapangan terbang, kami juga datang di pintu masuk wisata Rammang-rammang. Untuk eksplor tempat ini pengunjung butuh sewa klotok, kami membayar 200ribu untuk 4 orang.

Sebetulnya ada banyak area yg dapat dieksplor di sini, berkaitan waktu yg hanya terbatas, jadi atas pendapat kawan saya yg sudah kesini. Kami putuskan untuk eksplor Desa Berua saja.

Selama naik klotok, saya dibikin terpesona oleh panorama yg ada. Usut miliki usut nyata-nyatanya rammang-rammang tukasnya yaitu tempat karst paling besar ke-3 di dunia seusai China Selatan serta Vietnam. Patut saja indah sekali.

Tak lama, klotok kami menepi, tandanya kami telah tiba di Desa Berua. Membayar ticket sebesar 5000 ribu rupiah, kamipun mulai telusuri desa ini.

Demikian masuk desa Berua, hal pertama yg ada pada pemikiran saya yaitu “Woww, ada view beginian nyata-nyatanya di Indonesia”. Serius seindah serta semegah itu sich tempatnya.

Desa Berua ini lumayan luas serta punyai spot yg cukup beraneka. Ada bebatuan besar yg dikatakan karst, lalu ada sawah hijau membentang, kolam sisa sawah yg berair jernih, goa yg indah dan tebing menjulang tinggi. Dapat di sebut tempat ini komplet deh.

Haus seusai memutari desa, banyak pengunjung dapat sekali minum air kelapa yg ditawarkan di sebagian spot. Nikmati kelapa sembari lihat sekitar terasanya damai sekali.

Tak merasa waktu kian sore, saya serta ke-3 kawan mesti selekasnya kembali lagi lapangan terbang. Wah cukup sekali jadi pilihan ketimbang jemu nunggu di Lapangan terbang. Tidak merasa telah mesti terbang saja. Jadi bila d’traveler mesti transit lama di Makassar, harus sekali berkunjung kesini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *