Pengalaman Menjelajahi Puncak Gunung Tertinggi di Jawa

Gunung Semeru merupakan gunung paling tinggi di Pulau Jawa. Menjajahi puncaknya merupakan yang dimimpikan buat kebanyakan pendaki gunung.

Hai banyak pembaca, kesempatan ini aya mau share pengalaman mendaki Gunung Semeru. Siapa yang tidak tahu dengan gunung Semeru ini, gunung paling tinggi di Pulau Jawa yang terdapat di wilayah Kabupaten Lumajang.

Buat ketujuan ke Semeru sangatlah ringan, kalau kalian datang dari Surabaya kalian dapat naik kendaraan pribadi atau naik kereta langsung ketujuan Tumpang. Di Tumpang dapat ada beberapa Jeep yang tawarkan jasanya buat mengantarkan ketujuan pos pendaftaran yang bernama Ranupani.

Saya bersama-sama teman2 pergi dengan travel, sekitar 2-3 jam. Setibanya di Tumpang kami langsung menaikki Jeep ketujuan Ranupani. Sepanjang perjalanan di Ranupani kalian dapat disungguhi panorama yang fresh serta kalau tidak ada kabut kalian akan dapat memandang pucuk Gunung Semeru. Pucuk Gunung Semeru bernama Mahameru.

Ide kami mau langsung berkemah di Ranukumbolo tapi sayang ide kami tidak sukses karena paket kala itu penuh hingga membuat kami buat membuat perubahan ide yang sudah dibikin. Kami putuskan buat menginap di satu diantara rumah masyarakat supaya besok harinya kami dapat mendaftarkan buat kerjakan pendakian.

FYI: jangan terlampau siang buat kerjakan register di Gunung Semeru sebab ada batasan paket dalam 1 hari serta saat ini dapat booking online.

Perjalan buat ketujuan Ranukumbolo ada 2 arah ialah bisa lewat arah yang panjang sekitar 6 jam buat ketujuan Ranukumbolo atau bisa lewat arah Ayak2 yang memerlukan waktu seputar 4 jam.

Informasi terupdate menjelaskan jika arah Ayak2 ditutup sebab bukan arah pokok buat mendaki. Di arah pokok ketujuan Ranukumbolo kalian dapat melalui 4 pos peristirahatan, dan di arah Ayak2 tidak ada posnya.

Pas jam 8 pagi kami mengawali pendakian ketujuan Ranukumbolo, kami mendaki lewat arah Ayak2 bersama-sama dengan 2 orang porter. Arah iniagak berat hingga kuras banyak tenaga, namun ini sebagai arah cepat ketujuan Ranukumbolo. Jam 12 siang kami telah datang di Ranukumbolo, di sini kami beristirahat sambil nikmati hawanya yang sejuk tidak lolos juga kami makan makan siang yang telah disediakan.

Bentangan danau yang luas seperti hilangkan rasa capek kami. Selesai beristirahat sepanjang 1 jam kami meneruskan perjalanan kami. Dari Ranukumbolo kami merencanakan buat berkemah di Kalimati.

Buat ketujuan Kalimati kalian dapat melalui Bukit Cinta. Konon bukit cinta mempunyai mitos “kalau mendaki pucuk bukit cinta tidak dengan melihat ke belakang dan mengayalkan orang yang tercinta jadi cinta kalian dapat terjadi/kekal.”

Selesai melalui bukit cinta perjalanan kalian dapat merasa lebih enteng sebab arah buat ketujuan Kalimati sangatlah landai hingga tidak kuras banyak tenaga. Dari bukit cinta kalian dapat melalui Oro-Oro Ombo, kalian dapat memandang pucuk Mahameru dengan jelas di sini.

Jam 3 sore kami telah datang di Kalimati. Ini merupakancamp groundterakhir sebelum ketujuan Mahameru. Ada 1 titik point bernama Arcopodo yang tentu akan dilalui tapi tidak dianjurkan buat berkemah di Arcopodo sebab jauh dari sumber air. Kami mulai membagi pekerjaan, ada yang membangun tenda, ada yang menyediakan makanan, serta ada yang ambil air di sumber air.

Sesudahnya kami mulai nikmati keadaan sejuk di Kalimati dan panorama pucuk Mahameru yang terpajang jelas. Seputar jam 5 sore kami beristirahat buat meneruskan pendakian ke pucuk Mahameru pada jam 11 malam. 11 malam saatnya buat kami buat meneruskan perjalanan ke pucuk Mahameru.

Buat kalian yang keadaan fisiknya kurang baik jangan memaksa buat meneruskan perjalanan sebab medannya cukup kuras banyak tenaga. Bawa perlengkapan sesuai kebutuhan, tak perlu bawa barang yang berat.

Arah yang kami lalui cukup berat sebab yang kita tapak merupakan pasir yang ringan longsor, hingga mesti waspada dan hati-hati kalau ada bebatuan yang turut longsor. Sayang dalam perjalanan ketujuan Mahameru kami tidak dapat nikmati sunrise di pucuk.

Jam 6 pagi baru kami datang di pucuk Mahameru. Capek, putus harapan, bahagia, semua emosi bersatu aduk tapi terbayarkan oleh indahnya panorama di Mahameru ini. Moment yang dapat senantiasa kami abadikan selama-lamanya. Dengan 1 cangkir kopi serta biskuit dan dimanja dengan panorama indah ini seperti lupa dengan penatnya kehidupan di kota.

Seputar 1 jam lebih kami mesti turun, sebab tidak diijinkan kelamaan di pucuk, di kuatirkan kalau Wedus Gembelnya turun. Kami juga pada akhirnya kembali pada tenda serta langsung beristirahat yang cukuplah lama. Kemudian kami isikan perut serta siap-siap buat kembali pada Ranukumbolo. Sekitar 2 jam kami datang di Ranukumbolo serta menginap di sini.

Benar-benar panorama yang sangatlah indah serta dapat dijelaskan sangatlah bahagia di sini. Kalian dilarang buat berenang di Ranukumbolo. Tidak lolos kami menangkap moment dalam bingkaian photo. Besok paginya kami meneruskan perjalanan ke Ranupani serta langsung ke Surabaya.

Notes: bila mau mendaki Gunung Semeru kalian mesti bawa surat info sehat, senantiasa taati semua ketentuan yang ada, dan bawa sampah yang kalian buang. Jadilah pendaki yang bijak supaya nantinya ana cucu kita dapat rasakan apa yang kita alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *