Menelusuri Jejak Freemason di Bandung

Freemason acapkali disebut yaitu perkumpulan yang frontal di masa dulu. Jejaknya juga masih bisa dijumpai melalui satu museum di Bandung.

Museum Kota Bandung adalah museum baru di Bandung yang baru dibuka pada tahun 2018. Museum ini mendiami satu diantara bangunan cagar budaya di Jalan Aceh no. 49, berseberangan dengan Bandung Rencana Gallery.

Sesaat bangunan Museum ini kelihatan seperti bangunan yang dibuat pada kala kolonial biasanya, tetapi siapa kira tempat ini berubah menjadi saksi bisu jejak Perkumpulan Freemasonry di Kota Bandung di masa dulu?

Dibuat Tahun 1920, bangunan yang sekarang berubah menjadi Museum Kota Bandung dulu berperan jadi Frobelschool (Sekolah Taman Kanak-Kanak) punya Loge Sint Jan dari Perkumpulan Vrijmetselarij (Freemasonry) di Kota Bandung.

Sekolah punya Perkumpulan Freemasonry di Bandung ini telah bekerja mulai sejak tahun 1898 mulainya dengan pinjam bangunan paseban di Pendopo Kabupaten. Lewat pengumpulan dana, pada tahun 1900 Perkumpulan Freemasonry bisa bangun bangunan sekolah sendiri yang berada di satu diantara pojok daerah Balaikota Bandung waktu ini serta berseberangan dengan tempat Loge Sint Jan (saat ini berdiri Masjid Al-Ukhuwah).

Sekolah ini sah dibuka pada tanggal 25 Desember 1900 dengan 13 murid pada awal pembukaannya serta terus berkembang. Sampai pada tahun 1920, sekolah ini terdaftar miliki 290 murid yang terdiri dalam 112 Orang Eropa serta 178 Orang Pribumi.

Tahun 1920 tempat serta bangunan sekolah dipindahkan ke tempat yang saat ini berubah menjadi Museum Kota Bandung jadi transisi atas tempat serta bangunan lama yang dapat dibuat Kantor Gementee Bandoeng (Gedung Balaikota). Semua aktivitas Frobelschool (Sekolah TK) serta Freemasonry berhenti bersamaan dengan pendudukan Jepang atas Hindia Belanda.

Masa kemerdekaan, bangunan ini sudah sempat berubah menjadi Sekolah Yehua pada tahun 1950an. Pada tahun 1962, Soekarno keluarkan Ketetapan Presiden yang melarang Perkumpulan Freemasonry serta semua bangunan dan asetnya dinasionalisasikan.

Mulai saat itu bangunan itu seringkali berubah guna dari mulai Gedung Koni serta Sekolah Pendidikan Olahraga, lantas berubah menjadi Dinas Pemuda serta Olahraga Kota Bandung, sampai di tahun 2018 bangunan ini diresmikan menjadi Museum Kota Bandung.

Museum ini terdiri dalam dua bangunan, ialah bangunan cagar budaya sisa Frobelschool serta bangunan baru yang terdapat di sisi belakang. Tetapi, waktu ini baru dua tempat di bangunan sisa Frobelschool saja yang dibuka. Pada tempat pertama soal yang pertama-tama tampil jelas yakni gambar dari beberapa tokoh yang miliki keterikatan dengan bandung seperti Soekarno, Dewi Sartika, Bosscha, Daendels, dll.

Terkecuali itu ada keterangan peristiwa bangunan, limasa Kota Bandung, peristiwa pembentukan Kabupaten Bandung yang berhubungan dengan Kerajaan Mataram. Ada pula photo banyak Walikota Bandung dari mulai Bertus Coops sampai walikota waktu ini.

Tempat ke dua seluruh diisi linimasa Kota Bandung dari mulai pengangkatan Bupati Kota Bandung pertama oleh Sultan Agung. Keterangan di ruangan ke dua ini ditambahkan dengan gambar dokumen-dokumen yang berhubungan seperti Piagam Sultan Agung tentang pengangkatan Bupati Bandung pertama, peta Bandung tahun 1726 dll.

Untuk yang tertarik buat bertandang, museum ini dibuka tiap hari terkecuali hari Senin, dari jam 10.00 WIB sampai 17.00 WIB serta tiada diambil cost.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *