Gua yang Indah di Kampung Halaman SBY

Kampung Halaman SBY di Pacitan menaruh pesona wisata yang sayang ditinggalkan. Gua Gong yang indah ditanggung akan memikat traveler yang hadir berlibur kesana.

Dikukuhkan jadi Kota 1001 Gua, rasa-rasanya memang wajar diserahkan ke Pacitan. Punyai banyak gua indah, Pacitan tetap jadi target sewaktu libur panjang datang. Untung buat saya dapat berkunjung ke satu diantara Guanya yang paling populer akan keindahannya, ya ditambah lagi bila bukan Gua Gong.

Gua Gong ada di Dusun Pule, desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Akses ke arah area sangat gampang. Jika nyasarpun, tinggal ajukan pertanyaan saja pada masyarakat kira-kira, karena itu tentu akan diberitahu lewat cara detil. Sebab obyek wisata ini ialah wisata kebanggaan masyarakat Pacitan.

Bersama-sama rombongan yang naiki minibus, kami harus berjalan dari tempat parkir ke arah pintu masuk Gua. Jaraknya cukup jauh, cukup seperti olahraga enteng. Selesai membayar ticket sebesar 10 ribu rupiah per orang, karena itu kamipun telusuri jembatan ditengah-tengah rimba jati yang gak sangat luas akan tetapi sangat terasa sejuk. Gak ingin rugi, rombongan lantas sesaat berhenti, untuk mengabadikannya. Gak lama kamipun datang di mulut Gua Gong.

Rombongan kami diperintah menanti di luar sesaat, sebab masih banyak orang di. Saya sudah sempat berpikir selesai lihat pintu masuk Gua yang kecil, mungkin sebab Gua Gong ini kecil, karena itu tidak dapat menyimpan beberapa orang. Tetapi nyatanya perkiraan saya salah.

Selesai diperbolehkan masuk baru saya kenal, nyatanya Gua Gong sangatlah luas. Tidak bisa beberapa orang di sebab banyaknya Oksigen yang hanya terbatas di. Karena itu untuk kenyamanan dijalankan prasyarat banyaknya pengunjung yang ada di untuk satu kurun waktu.

Memang disiapkan kipas angin di sebagian titik oleh faksi pengelola, akan tetapi sebab luasnya Gua serta banyak pengunjung, karena itu tetap berasa pengap di.

Akan tetapi hal itu tidak kurangi ketakjuban saya akan keindahan Gua Gong. Lebih dengan pantulan sering kerlip sinar lampu, yang membuat ilusi warna staglaktit serta staglagmit berubah menjadi warna merah, hijau, kuning atau ungu terkait warna lampu yang sedang menyorotnya. Ah indah sekali.

Oiya, tidak cuman kipas angin serta lampu, telah dibuat pun tangga untuk membantu pengunjung dalam melacak gua. Jadi jangan terkejut ya lihat Gua yang nampak cukup kekinian.

Gua Gong tukasnya ditemukannya oleh dua masyarakat yang sedang cari sumber mata air serta selanjutnya menyebar ke seantero desa kira-kira. Nama Gua Gong sendiri diambil dari bunyi bebatuan di Gua yang terdengar seperti bunyi gong seandainya dipukul.

Telusuri Gua Gong, membuat saya bingung serta terpesona akan ciptaan Tuhan. Lebih soal ini disiapkan dalam sebuah Gua, ah benar-benar indah sekali. Sayang sebab banyak pengunjung kami harus selekasnya bergerak untuk berganti-gantian dengan pengunjung yang baru hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *