Cerita Kuliner Solo Yang Bikin Melongo

Sesungguhnya ada banyak draft artikel yang belum usai. Seperti narasi perjalanan saya sepanjang di Wakatobi, Bali serta Tanjung Puting. Tapi narasi kuliner Solo ini jika tidak lekas saya tuliskan, sepertinya dapat cepet lupa bagaimana rasa-rasanya sejumlah makanan ciri khas yang sudah sempat saya coba sepanjang disana tempo hari. Maklum, sesungguhnya saya lebih pinter makan ketimbang tuliskan.

Jika Ngobrolin mengenai kuliner di Solo, udah lama sekali saya ingin dengan privat kerjakan kajian dalam tentang Kuliner Solo. Akan tetapi, saya belum mendapat peluang yang serasi. Jikapun ada peluang bertandang ke Solo, kebanyakan skedul udah demikian padat. Hingga tidak sudah sempat buat menjajahi sendiri.

Baru tempo hari, lantaran sekaligus ada pekerjaan yang cukup enjoy di Solo, jadilah saya mendapatkan peluang buat coba survey sekalian cicipi kuliner Ciri khas Solo. Permasalahannya, waktu saya cukup hanya terbatas. Ditambah lagi nyata-nyatanya kuliner Solo itu ada buanyak sekali. Bahkan juga kayaknya semakin lebih banyak ketimbang Yogyakarta ya? CMMIW ya!

Saya baru mengetahui jika kuliner Solo itu banyak tidak kurang lebih! Lantaran sudah sempat nanya rujukan kuliner Solo. Beberapa puluh jawaban saya temukan tentang rujukan kuliner ciri khas Solo yang dapat saya coba sepanjang 4 malam di sana. Karena sangat banyak, sampai bingung deh saya milihnya.

Lantaran waktu saya di Solo hanya terbatas, jadi saya menentukan memprioritaskan buat coba sejumlah kuliner ciri khas yang memang dengan ringan diketemukan di Kota Solo saja. Bukan kuliner yang memang dari Solo, namun mungkin dapat dengan ringan saya dapatkan di kota lain.

Buat kuliner Solo yang sudah sempat saya coba sepanjang di sana tempo hari yaitu tersebut!
Oke, dari demikian banyak kuliner Solo yanga ada, saya baru sudah sempat coba sejumlah saja. Yang pasti semua yang saya coba ini rasa-rasanya enak, serta sejumlah rasa-rasanya asli cuma dapat diketemukan di Solo! Yuk, pengin tahu apa kuliner ciri khas Solo yang saya coba!

1. Selat Bestik di Warung Selat Mbak Lies

Selat Bestik Warung Selat Mbak Lies
Dari semua rujukan di sosial media, terbanyak pendapat saya temukan buat coba yang namanya “Selat”. Terus saya langsung mikir.

“Memang di Solo ada laut ya? Kok ada selat di sana?” *joke receh, dijitak deh!* Hehee, becanda!

Awal kalinya saya memang sempat dengar kuliner ciri khas Solo yang satu ini. Hanya saya memang belumlah sempat mencobanya sekalipun. Baru kesempatan ini saya coba serta sudah sempat cari dikit info tentang kuliner “Selat Ciri khas Solo” ini.

Hasil dari ajukan pertanyaan sama om Google, selat ini nyata-nyatanya santapan ciri khas Solo yang udah dipengaruhi oleh santapan Eropa. Lumrah sich, dahulu efek Kolonial Hindia Belanda di Solo kan cukup kuat. Jika sampai makanan di sini dikit dipengaruhi ya tidak terkejut .

Tempo hari saya membeli Selat Bestik di Warung Selat Mbak Lies. Sesaat pada pandangan pertama, Selat ini yaitu makanan berkuah yang berwarna cokelat. Saya kira-kira itu yaitu kuah yang digabung kecap serta rempah yang lain. Sesaat isi Selat Bestik yang saya pesan kemaren yaitu Telor, Daging Sapi, serta sayur mayur.

Unik sich. Menurut saya Selat ini beneran kuliner orisinal dari Solo. Lantaran sesudah coba, saya belum temukan rasa semacam ini awal kalinya. Manis, gurih fresh berbaur jadi satu. Paling enak dimakar siang hari deh. Jika dari wikipedia, makan ini bahkan juga dikatakan sebagai percampuran di antara bistik, salad serta sup. Menurut kalian bagaimana?

2 Stup Makaroni di Warung Selat Mbak Lies

Setup Makaroni di Warung Selat Mbak Lies.
Makaroni sich kerapkali makan ya. Kebanyakan jika makan pasta atau semacamnya. Nah, saya baru mengetahui jika di Solo ada masakan berbasiskan makaroni yang namanya “Setup Makaroni”. Rasa-rasanya bagaimana? Jika menurut saya sesudah cicipi, rasa-rasanya lebih menyerupai mie instan yang banyak mecinnya namun mie ditukar dengan makaroni. Perbedaannya dengan mie instant biasa, Setup Makaroni ini lebih merasa kejunya. Cheesy sekali begitu! Namun enak kok, cukup lah buat generasi yang suka mecin~

3. Es Dawet Telasih Pasar Gedhe

Es Dawet Telasih Pasar Gedhe. Kuliner Solo ini paling asyik dicoba serasi panas cuacanya.
Yang menyarankan Es Dawet Telasih ini tidak kalah banyak dengan yang menyarankan “Selat”. Ditambah lagi Es Dawet Telasih Pasar Gedhe yang tuturnya berlangganan Mr Presiden Jokowi. Waktu beli saya diberikan pertanyaan “Isinya nopo wae mas?”.

Lantaran nyata-nyatanya buat paket komplet didalamnya yaitu dawet, ketan hitam, tape ketan, jenang sumsum, serta biji telasih. Lantaran saya tidak pingin terlalu kenyang, saya hanya pesen yang didalamnya dawet serta telasih saja. Cobain deh dawet ini serasi hari panas-panasnya. Sesudah satu teguk, fresh langsung menempa.

4. Tengkleng Di Warung Mbak Diah

Tengkleng Mbak Diah Solo.
Jika Tengkleng, saya udah ingin tahu sudah lama. Ditambah lagi biarpun saya orang Jawa, seringkali salah ucapkan nama kuliner Solo yang satu ini. Maklum Bahasa Jawa dari Jawa Timur memang benar ada yang beda dengan Bahasa Jawa dari Solo. Atau memang saya yang udah mulai tidak dapat ngomong pakai Bahasa Jawa? Jika menurut wikipedia, ejaannya yaitu thengklèng.

Bahan basic masakan Tengkleng tentunya dari Kambing. Tapi Tengkleng yang asli berbahan bukan sisi daging. Namun tulang yang dagingnya masih memelekat sedikit, serta dalaman Kambing. Buat yang tidak sukai dalaman, jika tidak salah ada vs dagingnya (revisi saya jika salah ya, lantaran saya tidak coba kemaren). Rasa-rasanya cukup enak sich, hanya lantaran kayaknya ini masakan dengan cholesterol tinggi, saya tidak berani nambah . Hehee!

5. Nasi Liwet Yusani

Nasi Liwet Yu Sani. Sepertinya kuliner ciri khas Solo yang ini jadi idola sekali ya! Pengin pesan saja antriannya ramee!
Nasi liwet saya kerapkali makan sich, namun bukan di Solo. Hanya jika nasi liwet di Solo yang tenar, saya belumlah sempat coba. Maka itu tempo hari waktu di Solo saya cobain satu diantaranya yang tenar, Nasi Liwet Yu Sani. Saya kenal tempat ini dari rujukan rekan-rekan di sosial media. Terima kasih banyak ya, rekomendasinya enak! Oiya, tempatnya ada di pinggir jalan besar, tapi antriannya marak menakjubkan.

Saya tidak akan mengupas bagaimanakah cara bikin Nasi Liwet di sini, lantaran ini travel situs, bukan situs resep masakan. Yang Jelas, Nasi Liwet Yu Sani ini saya merekomendasikan buat dicoba jika berkunjung di Solo. Kecuali rasa-rasanya memang enak, saya paling suka dengan keadaan makan ditepi jalan, dengan tempat makan ala “pincuk” juga.

Udah lama saya tidak makan secara semacam ini deh! Jawa sekali pokokya! Jadi orang Jawa asli, saya bangga jika “pincuk” masih dipakai. Lebih ramah lingkungan ketimbang dengan gunakan styrofoam! Jika di sini, perlu sekali cobain kuliner Solo yang satu ini ya!

Tidak tahu di Jogja atau Solo Paling senang makan ngemper gini. Ditambah lagi maka itu di “pincuk” semacam ini.

6. Sate Kere Yu Rebi

Sate Kere Yu Rebi.
Namanya yang unik mencuri perhatian saya buat mencobanya. Saya ingin tahu, seperti apa sesungguhnya bentuk dari Sate Kere ini. Ditambah lagi jadi pencinta berat masakan sate, pasti tidak akan melewatkannya. Sesudah mencobanya, nyata-nyatanya Sate Kere ini terbuat dari tempe gambus atau tempe yang dibikin dari ampas tahu. Saya seringkali makan tempe ini sich sesungguhnya. Tapi kebanyakan digoreng, dikonsumsi langsung saat hangat dengan cabe mentah.

Tapi nyata-nyatanya di Solo lebih kreatif dengan dibikin berubah menjadi Sate Kere. Jadi tempe gambus barusan dibumbuin seperti sate biasanya. Komplet dengan bumbu kacang serta kecap. Kecuali tempe gambus, bahan basic dari Sate Kere ini yaitu dalaman sapi.

Dari wikipedia disebut jika Sate Kere ini ada sejarahnya. Pada jaman dulu, sate ini sebagai makanan termewah yang cuma dapat dikonsumsi oleh kelompok menengah ke atas. Nah oleh karena itu kelompok bawah bikin bentuk lain sate dengan bahan basic tempe gambus, serta dalaman sapi.

Tidak hanya itu bentuk sate ini dibikin mirip sate serupa pada normalnya. Dapat di katakan pada dulu kala, Sate Kere yaitu vs ekonomis dari sate yang biasa. Tapi, jika saat ini siapapun tidak dengan melihat kelompok makan makanan ini. Ditambah lagi Sate Kere ini saat ini berubah menjadi Kuliner Ciri khas Solo yang penting dicoba!

7. Es Nini Thowong

Es Nini Thowong
Jika tidak salah, saya sempat dengar nama Es Nini Thowong ini di Jakarta. Lantaran depot yang jual Es Nini Thowong ini membuka cabang di Jakarta. Tapi lantaran aslinya dari Solo, ya saya mencobanya di Solo saja. Nyata-nyatanya sesudah mencobanya, Es Nini Thowong ini menyerupai dengan es campur.

Namun menurut saya rasa-rasanya lebih ciri khas, tidak seperti es campur yang biasa saya beli. Pendapat saya, supaya lebih nikmat, coba Es Nini Thowong ini saat hari tengah panas. Bukan saat hujan seperti saya. Telah dingin, minum es, frozen deh! Untung enak, jadi saya tidak pakai protes!

8. Bakmi Ketoprak

Bakmi Ketoprak
Bakmi saya seringkali coba. Ketoprak, pasti makanan sehari-hari eks anak kost seperti saya. Siapa sich yang tidak mengenal dua makan itu? Tapi, jika Bakmi Ketoprak bagaimana? Awalannya saya sangka jika Bakmi Ketoprak ciri khas Solo ini ya gabungan ke dua masakan itu.

Namun nyata-nyatanya tidak sama lho. Bukan kuah kacang kental ketoprak yang saya temukan, tapi makanan dengan kuah gurih encer, plus dengan bakmi melengkapinya (mudah-mudahan uraian saya tidak salah). Yang pasti ini salah satunya kuliner ciri khas Solo yang saya merekomendasikan buat dicoba.

Untuk beberapa umumnya, tidak ada kuliner Solo yang tidak enak. Tapi dari semua kuliner ciri khas Solo yang saya coba, hampir seluruhnya bukan berwujud makanan pedas. Mungkin banyak orang Solo memang tidak sukai masakan pedas ya? Mungkin iya, kemungkinan tidak, saya harus banyak kajian . Lantaran ada yang setiap kali beli makan tetap order cabe rawit potong jadi alternatif masakan pedas.

Anyway, terima kasih ya buat siapapun yang menopang pendapat tentang kuliner yang penting saya coba sepanjang di Solo. Terus yang menopang saya sepanjang bertualang kuliner di Solo! Lantaran ada banyak yang belum saya lihat, baik object wisata atau kulinernya, saya tentu kembali lagi menjajahi Solo! Mudah-mudahan masih berjodoh dengan kota ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *