Candi Tertua di Jawa Barat, Peninggalan Siapa?

Candi rata-rata lumayan jarang-jarang diketemukan di Jawa Barat. Oleh karenanya, kamu harus tahu candi paling tua di Bumi Parahyangan yg berada di Karawang.

Biasanya sukar buat kita menemukannya candi di Jawa Barat serta wilayah lain. Sampai, lebih beberapa dari kita sadari candi-candi bertempat di Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Beberapa dari candi-candi itu kondang serta jadi maksud wisata turis luar serta dalam negeri. Walau sebenarnya jika kita susuri riwayat kerajaan bercorak Hindu serta Buddha nampak pertama-tama di Jawa Barat yakni Tarumanegara yg berpusat di dekat Sungai Citarum.

Di wilayah Kerawang lewat cara mengagetkan di tahun 1994 diketemukan komplek percandian di derah persawahan masyarakat yg menyebar di sejumlah titik di dua desa. Persisnya, di wilayah Desa Segaran, Kecamatan Batujaya serta Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Untuk sadari selanjutnya Candi Batu Jaya serta Blandongan, kami berkendara dari Jakarta diperlukan waktu seputar 3 jam. Rute yg diambil lewat Jalan Tol Cikampek lalu keluar di gerbang Tol Karawang Barat lalu mengambil arah jurusan ke Rengasdengklok. Di persimpangan jalan mengambil arah ke Batujaya. Sehabis dari tol Karawang Barat udah ada penunjuk arah ke Candi Jiwa serta plang itu terdapat banyak di selama jalan serta gampang disaksikan sampai banyak pengunjung yg biarpun baru pertamakali kesana tidak tersasar.

Situasi jalan yg ke arah Candi Jiwa lumayan baik biarpun ada jalan yg keadaannya kurang baik lantaran berlubang ataupun bergelombang namun tidak kebanyakan. Ada banyak plang penunjuk arah di selama jalan ketujuan area candi yg membantu pengunjung untuk raih area Candi Batu Jaya serta Blandongan.

Di pintu masuk ke area situs di wilayah Batujaya ada gapura besar yg tertulis selamat ada di situs Candi Jiwa. Disana ada sejumlah bangunan yg nampaknya dapat dipakai jadi museum serta perpustakaan berkenaan komplek percandian di lokasi Batujaya ini.

Buat banyak pengunjung yg bawa kendaraan, mereka bisa menitipkan mobil di sini lantaran tempat parkir yg cukuplah luas serta aman serta dapat menyambung perjalanan dengan berjalan kaki. Sedang buat yg bawa kendaran motor lebih miudah mereka dapat ketujuan lokasi percandian lantaran ada jalan yg bagus namun sayang masih begitu sempit untuk dapat dilalui mobil.

Komplek percandian Batujaya sendiri ada 24 situs yg dipercaya mulainya adalah candi yg besar tapi saat ini tinggal reruntuhannya luas situs Batujaya direncanakan raih 5 km2 serta tempatnya tidak jauh dari garis pantai utara Jawa Barat (pantai ujung Kota Karawang). Jika jadi perhatian Situs Batujaya ada di dekat saluran Sungai Citarum. Berikut ini yg mengakibatkan wilayah seputar situs Batujaya adalah lokasi persawahan yg subur sampai sekarang lantaran persawahan tidak tergantung cuma dari air hujan.

Bentuk Candi Jiwa jika kita cermati seperti bangunan stupa seperti dalam ajaran agama Buddha dengan danau kecil yg mengitari yg saat ini udah jadi kering. Jika disaksikan dari atas seperti bunga padma (bunga teratai) lantaran strukturnya yg melingkar dari bawah ke atas makin mengecil, sampai bunga teratai yg sedang mekar serta terapung di atas air seperti serta yg unik.

Tidak sama dari candi yang lain, tidak diketemukannya tangga yg ketujuan keatas serta tidak ada ukiran ataupun relief seperti yg biasanya ada di candi bercorak Hindu serta Buddha serta tersusun dari batu bata merah tidak sama dengan candi yang lain di Indonesia yg biasanya tersusun dari batu. Sampai sekarang yg baru bisa di-renov sebatas sisi dasarnya saja sisi atas belumlah juga dapat direkonstruksi untuk mengontrol serta membuat perlindungan Candi Jiwa jadi dibikin pagar.

Candi Blandongan terdapat tidak jauh dari Candi Jiwa bisa digapai berjalan kaki ataupun dengan motor. Ada ketidaksamaan dengan Candi Jiwa dimana ada tangga yg ketujuan ke atas serta memiliki bentuk tidak seperti stupa seperti Candi Jiwa namun bersudut tidak melingkar seperti bunga padma. Belumlah banyak misteri dapat dikatakan lantaran banyak puing-puing batu bata di seputar candi yg masih berserak serta belum diperiksa. Yg tampak sampai sekarang Candi Blandongan cuma sisi basic saja yg udah sukses direkonstruksi sedang sisi atas belumlah juga didapati berwujud seperti apa.

Sampai sekarang udah sukses diekskavasi 11 buah puing-puing candi dari 31 tapak situs di lokasi Batujaya serta Pakisjaya yg udah sukses diketemukan. Team pakar dibutuhkan usaha keras, kesabaran, kepedulian, biaya besar, support seluruh pihak biar total candi-candi yg ada di lokasi ini bisa dipugar serta dibuat kembali sesuai sama aslinya.

Jika hal semacam itu terjadi bukan kemungkinan kecil komplek percandian Batujaya jadi satu diantara komplek percandian paling besar di Indonesia menuruti Borobudur serta Prambanan. Namun yg tentunya, dari pengamatan memanfaatkan kajian radiometri carbon C 14 pada artefak-artefak peninggalan di Candi Blandongan, satu diantara situs percandian Batujaya diperoleh data jika artefak paling tua datang dari era ke-2 Masehi serta yg paling muda datang dari era ke-12 Masehi

Beberapa pertanyaan yg masih jadi misteri serta dikehendaki terjawab yakni untuk fungi apa komplek percandian ini dibuat? Jadi tempat peribadatan, apa tempat pendharmaan atau menyimpan abu jenasah banyak raja, atau komplek peribadatan banyak pendeta Hindu atau Biksu Buddha? Mengingat ada berita China dari Fa-Hsien disebutkan ada 2 agama yg diikuti orang Kerajaan Tarumanegara serta kerajaan-kerajaan lain penerusnya seperti Pajajaran di tanah Sunda ialah Hindu serta Buddha.

Ke-2, siapakah raja atau penguasa yg bertindak besar dalam pembangunan komplek percandian di Batujaya serta seputarnya serta dari kerajaan mana? Ke-tiga, apa yg mengakibatkan lokasi percandian ini terabaikan? Apa sesuai sama Candi di Jawa Timur serta Jawa Tengah yg terabaikan lantaran terkubur letusan gunung berapi beberapa ratus tahun serta baru didapati beberapa waktu terakhir ini atau ada sebabnya yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *